Energi alam semesta
Salam santun dari saya para pembaca tulisan cak dyan, dalam tulisan saya kali ini saya akan mengupas lebih jauh mengenai Energi alam semesta sahabat. Sehingga dengan memahami energi yang ada di dalam alam semesta dan diri kita sahabat jauh lebih bisa mengoptimalkan energi dalam tubuh untuk kebaikan dan tujuan hidup sahabat. Baik langsung lanjut aja...
Manakah yang lebih substansial antara materi, energi atau informasi ? dan mana pula yang lebih dulu eksis ? Jika materi dan energi lebih dulu ada, kenapa materi dan energi bisa saling berubah ? siapakah yang memerintah terjadinya perubahan itu ? dari manakah datangnya informasi yang mendorong terjadinya perubahan ?
Saat saya memahami tentang konsep fisika Einstein, alam semesta terbentuk dari materi, energi, ruang dan waktu. Tapi dalam perkembangan fisika kuantum kita lantas menyadari bahwa itu tidak cukup. Harus ada variabel yang kelima yaitu informasi. Tanpa ada informasi, alam ini tidak akan terbentuk seperti sekarang. Arus informasi itu diperlukan agar materi dan energi berproses membentuk partikel-partikel, atom-atom, molekul, unsur-unsur benda, planet, bintang, galaksi dan berbagai benda langit pengisi alam semesta.
Tanpa ada informasi yang bertugas memberikan perintah, alam semesta hanya akan berbentuk sop kosmos alias lautan energi belaka. Menurut astrofisika, sebelum segala benda langit terbentuk, yang ada hanya lautan energi dalam skala ruang dan waktu yang masih sangat awal.
Lautan energi itu lantas mendingin dengan mengembangnya ruang dan waktu, setelah ledakan besar - big bang. Dan anehnya mendinginnya lautan energi alam itu mengarah kepada terbentuknya segala macam benda yang semakin lama semakin harmonis yang luar biasa indahnya. Yakni alam semesta yang melingkupi kehidupan kita sekarang sahabat.
Tidak bisa tidak, di dalam proses itu ada arus informasi yang mengatur segala proses yang terjadi. Bahwa awalnya lautan energi tersebut harus membentuk quark terlebih dahulu. Setelah itu munculah gaya nuklir kuat yang mendorong terbentuknya partikel-partikel sub atomik.
Karena pengaruh informasi itu, kemudian muncul gaya nuklir lemah yang membentuk atom-atom hidrogen, helium, litium, berelium, dan seterusnya sampai lebih seratus macam jenis unsur di alam semesta.
Selanjutnya karena informasi itu pula muncul gaya elektromagnetik di dalam susunan atom dan molekul. Dan kemudian menjai mekanisme dasar dalam berbagai interaksi materi energi. Termasuk yang terjadi di dalam tubuh kita dengan sistem syarafinya.
Akhirnya disebabkan sang informasi muncullah gaya gravitasi yang mengatur interaksi antara benda-benda langit yang berukuran raksasa. Alam semesta benar-benar dikendalikan oleh sebuah arus informasi yang akurat dan terarah, yang tanpanya segala yang ada tidak terbentuk.
Di dalam setiap sistem, mikrokosmos maupun makrosmos selalu tersimpan informasi yang mengendalikan proses didalamnya. Didalam atom misalnya, ada sesuatu informasi yang mengendalikan agar partikel-partikel sub atomik tetap eksis. Ada informasi gaya coulomb yang menjaga jarak antar partikel. Ada spin yang mengatur putaran elektron dengan efek elektromagnetiknya. Ada gaya ikat inti atom dengan energi nuklirnya. Ada gaya ikat antar atom sehingga terbentuk molekul-molekul dan seterusnya sahabat.
Di dalam sel ada informasi berupa kode-kode genetika yang mengatur seluruh aktifitas sel itu agar bisa hidup. Menghasilkan energi. Bermetabolisme, regenerasi, reproduksi. dan seterusnya. Dalam tatran tubuh manusia, ada kecerdasan informasi yang mengelompokkan sel-sel sejenis sehingga membentuk jaringan, dan akhirnya membentuk organ. Khusus mata, khusus kulit, khusus darah, khusus tulang, khusus otak, khusus jantung dan sebagainya. Tidak boleh tertukar.
Pada tataran tubuh pun juga ada kecerdasan informasi yang menjadikan organ-organ tubuh yang berbeda-beda membentuk sebuah organisme kompleks bernama manusia dengan dirigen berupa organ bernama otak. Sitemnya sangat rumit terdiri dari sirkuit-sirkuit syarafi yang semuanya mengandung informasi juga.
Kalau diteruskan maka kita akan memperoleh kenyataan bahwa seluruh alam semesta ini sebenarnya terbangun dari informasi-informasi yang demikian terarur secara harmonis membentuk tatanan yang luar biasa akurat dan indah.
Di lingkungan hidup kita ada sebuah ekosistem yang dikendalikan oleh informasi. Hujan memiliki mekanisme informasi. Sinar matahari pun memiliki informasi. Bulan purnama memiliki informasi. gunung-gunung, lembah, hutan, angin, kelembahan, tekanan suhu dan seterusnya dikendalikan oleh sistem informasi yang sangat canggih.
Demikian juga benda-benda langit, planet-planet, matahari dan bintang, galaksi, black hole dan superklustur. Seluruh penjuru angkasa semesta di kendalikan lewat informasi itu. Yang jika informasi itu menjadi kacau, maka alam semesta hancur beserta isinya.
Maka, kini kita bisa melihat betapa substansial dan betapa sentralnya peran variable 'informasi' itu. Jauh mengalahkan peran materi, energi, ruang dan waktu. Karena ke empat variable itu hanyalah media saja bagi berlakunya informasi yang bergerak secara dinamis menuju tujuan tertentu dalam drama kehidupan semesta.
Materi ada hanya untuk menjenjadi media menjalarnya informasi. Energi ada hanya untuk menggerakkan informasi. Ruang ada hanya untuk mewadahi informasi. Dan waktu ada hanya untuk memandu pergerakan informasi. Ya.. Informasi itulah yang terus bergerak dinamis melintasi seluruh penjuru mikrokosmo dan makrokosmo dalam kendali 'kecerdasan' yang ada di baliknya.
Alam semesta tak lain adalah informasi di dalam informasi itu sendiri, di dalam informasi di dalam informasi, berulang-ulang mulai dari mikrokosmo sampai dengan makrokosmo. Sehingga, jika di teruskan kita akan bertemu dengan informasi tunggal yang mengatur seluruh alam semesta. Sebuah informasi yang merangkul seluruh informasi yang ada. Rumus adalah informasi yang disimbulkan. Didalam rumus itulah terdapat informasi-informasi dari seluruh variable yang terangkum di dalamnya. Muncul rumus ini, menjadi sebuah konsekuensi logis dari fakta-fakta yang menunjukkan adanya kesatuan-kesatuan dari berbagai gaya.
Awalnya di ketahui adanya gaya nuklir kuat, nuklir lemah, gravitasi, dan magnetik secara terpisah-pisah. Pada kenyataannya, gaya-gaya itu adalah bentuk lain dari sebuah gaya tunggal yang kadang-kadang muncul sebagai gaya nuklir, kadang menjadi gaya gravitasi, dan kadang menjadi gaya listrik ataupun magnet.
Karena itu para pakar fisika modern lantas menyimpulkan bahwa semua gaya itu sebenarnya bisa di satukan kedalam satu rumusan tunggal. Diantaranya, gaya magnet dan gaya listrik kini telah bisa di satukan dalam satu rumusan gaya 'elektro-magnetik'. Kemudian juga ditemukan antara nuklir kuat dan lemah. Setelah itu, dengan gaya gravitasi. Dan akhirnya, seluruh gaya alam semesta akan bisa di rumuskan dalam satu rumusan tunggal.
Jika ini terjadi, maka seluruh peristiwa alam akan bisa di hitung dan di prediksi trend-nya dengan menggunakan rumus tersebut. Grand Formula. Sebuah rumus yang mencakup seluruh informasi di masa lalu dan masa depan. Dalam tulisan saya kali ini, saya hanya menegaskan bahwa seluruh alam semesta ini sebenarnya adalah wujud dari 'informasi'. Atau perintah. Atau, 'kata-kata'. Dan itulah yang dimaksudkan oleh Allah di dalam Kitab, bahwa permulaan dari segala eksistensi ini adalah kalimat perintah. Alias Fiman TUHAN.
Setiap kali ALLAH menghendaki menciptakan sesuatu, maka DIA cukup mengatakan: KUN JADILAH. Maka jadilah segalanya. Kalimat kun itulah kalimat perintah yang berisi informasi yang memandu segala proses untuk menjadi benda dan peristiwa. Termasuk memunculkan materi, energi, ruang dan waktu dari ketiadaan. Dan kemudian terurai menjadi segala peristiwa.
Sekian Penjelasan saya mengenai Energi yang mungkin sedikit Bermanfaat bagi sahabat namun harapan kami kita bisa saling berbagi dan slahkan Share untuk menambah wawasan bagi siapapun agar sahabat juga mendapat kebaikan dalam berbagi wawasan dan pemahaman akan ENERGI yang sebenarnya ini.
Salam Penuh Keberlimpahan dan Saya Doakan sahabat yang membaca tulisan saya ini jauh lebih bahagia dan berlimpah rezeki dan kesehatan ... AMIN



0 comments:
Post a Comment